Bismillahirrohmanirrohiim..
Dear Kakak..
ada banyak hal yang terjadi dihari ini, kalau saja mengeluh itu boleh, mungkin hari ini aku akan bilang "hari yang berat", why? karena ada banyak masalah yang datang bersamaan dan menguras emosi dan Air mata *halaaah bahasa iklan banget*
hari ini aku menangis untuk Oma, aku kehilangan Oma untuk selama-lamanya dan celakanya aku tak bisa melihat Oma untuk terakhir kalinya, aku tak bisa menghadiri pemakaman Oma, tapi ada hikmah dibalik semua itu, semakin rumit sebuah masalah maka akan semakin mendekati titik akhir dan menemukan jalan keluar, yaaa..itu yang aku pahami, kepergian Oma justru memperbaiki hubungan me and mom, emang disaat-saat oma kritis hubungan ku sudah mulai agak mencair, dan setelah oma tiada jadi semakin hangat, *terima kasih Tuhan, mohon berikan Oma tempat terbaik disisiMu ya Robb*
saat aku sedih, nayong udah berusaha keras untuk menghibur aku, tapi emang akunya yang lagi pengen sendiri, pengen merenung atas kejadian-kejadian belakangan ini, yang bikin aku banyak ngak nyamannya dan merasa terganggu. siangnya nayong ngirim gambar yang bikin aku shock tingkat negara, gimana ngak shock?? karena ada kata-kata "harland" nya, itu bikin jantungku rasanya berhenti berdetak seketika, sampai-sampai mata ini udah ngak waras lagi untuk membaca, jelas-jelas Nayong menulis "mirip Harland" tapi aku malah menangkapnya "korban Harland" *aduuuh non itu beda jauh*, setelah aku tersadar itu mirip Harland, aku kembali shock, karena nama FB orang itu adalah salah satu teman FB ku juga *fiuuuh, bener-bener sindrome dgn Harland*, tapi berhubung aku udah bertekat kali ini ngak akan lari lagi dan ngak akan ngumpet lagi dengan yang namanya "harland" itu, maka aku mengumpulkan keberanian untuk tetap bertahan, fighting.
trus siangnya lagi, tiba-tiba jingga telpon aku, suaranya lagi cemas banget, dan nyuruh aku datang ke Siloam Hospital, jujur aku bingung banget, karena udah lama aku ngak pernah berkomunikasi dengan jinga, trus sekarang tiba-tiba dia suruh aku ke rumah sakit, mana aku ngak tau rumah sakitnya dimana? yaaa aku kan anak rumahan, yang taunya cuma kantor dan kost, akhirnya aku pesan taksi aja, biar nyampenya selamat dan ngak nyasar.
and You know kakak.. aku nyaris ngak tahan disana, rasanya nyampur aduk jadi satu, ngerasa dibohongin ama jingga, tapi aku kan ngak boleh bersikap kayak anak kecil lagi,*ingeet non ngak boleh ngambek* aku kan harus bersikap dewasa...sambil menenangkan diri akhirnya aku beranikan untuk bicara berdua dengen jingga, aku menanyakan kenapa jingga mengatakan "ini gawat, dan aku harus segera datang" padahal jingga paling tau bagaimana perasaan aku terhadap orang yang tergeletak tak berdaya didalam sana..aaaah, tapi rasanya percuma juga aku bertanya begitu ke jingga, toh dengan tergesa-gesa aku udah ada disana..
sempat terjadi pertarungan batin didalam dada ini kakak...disatu sisi rasanya aku bersyukur dia menuai akibatnya seperti itu, rasanya ingin menertawakan kesombongannya selama ini, tapi disisi lain, aku kasian terhadap dia, dan ngak tega ngeliat dia tak berdaya seperti itu. dan aku ngak boleh kalah dengan nafsuku, aku ngak boleh kalah dengan amarah dan aku ngak boleh jadi orang pendendam, kalau aku berbahagia diatas penderitaan dia, lantas apa bedanya aku dengan dia atau dengan penjahat lainnya??. beraaat memang, tapi inilah perjuangan dan insyaAlloh, tak akan sia-sia di hadapan Alloh..diantara 2 pilihan, antara membenci dan memaafkan, antara membalas dendam atau menolong, maka aku putuskan untuk membuang jauh-jauh rasa benci dan dendam itu, why? karena aku bukan dia, aku harus berbeda dengan dia, dan aku ngak mau merusak hidupku dan hari-hariku hanya untuk sebuah rasa benci atau dendam.. dan walau hapalanku masih buruk, tapi aku masih ingat dengan ayat-ayat ini.
“…Dan orang-orang yang menahan amarahnya dan memaafkan (kesalahan)
orang. Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebajikan.” (Ali Imran:
134)
“Tetapi orang yang bersabar dan memaafkan sesungguhnya (perbuatan)
yang demikian itu termasuk hal-hal yang diutamakan.” (Asy-Syuura: 43)
” …..dan hendaklah mereka mema’afkan dan berlapang dada. Apakah kamu
tidak ingin bahwa Allah mengampunimu? Dan Allah adalah Maha Pengampun
lagi Maha Penyayang ” (QS. An Nuur [24] ; 22)
” …….karena itu maafkanlah mereka, mohonkanlah ampun bagi mereka, dan
bermusyawaratlah dengan mereka dalam urusan itu Kemudian apabila kamu
telah membulatkan tekad, maka bertawakkallah kepada Allah. Sesungguhnya
Allah menyukai orang-orang yang bertawakkal kepada-Nya.” (QS Ali ‘Imran
[3] ; 159)
” Jadilah engkau pemaaf dan suruhlah orang mengerjakan yang ma’ruf,
serta berpalinglah dari pada orang-orang yang bodoh. .” (QS. Al A’raaf:199).
serta banyak ayat dan hadist-hadist lain tentang keutamaan memaafkan yang bertebaran di dalam benakku saat itu. *Ya Robb, terima kasih telah mengingatkanku disaat yang tepat,*. dan ditengah lamunanku itu, tiba-tiba aku dikagetkan dengan suara gaduh dan heboh diruangannya, karena mamanya panik, melihat kondisinya yang kritis dan butuh donor darah sementara persediaan darah golongan O telah habis untuk dia selama 2 hari ini, dan ngak mungkin juga orang tuanya bisa mendonorkan darah karena usia mereka yang sudah lanjut, lantas bagaimana dia bisa mendapatkan donor darah dalam waktu yang dekat, sementara surabaya bukanlah kota yang terlalu dia kenal, tak ada saudaranya disini, apa lagi aku? aku juga ngak bisa berbuat banyak, karena aku juga ngak terlalu mengenal kota Surabaya, minta bantuan teman-teman kantor rasanya juga tidak mungkin karena baru 2 bulan lalu kita mengadakan acara donor darah... fiiiuh dilema banget saat itu.
akhirnya aku beranikan diri untuk melakukan test, siapa tau darahku bisa untuk di donorkan ke dia, karena dua bulan lalu aku ditolak melakukan donor darah di kantor karena HB ku tidak mencukupi, saat menjalani test, aku tau aku ngak bakal lolos, karena aku tau kondisiku seperti apa, tapi aku bersikeras untuk melakukan donor darah, karena rasanya ngak ada pilihan lain lagi, mau nunggu siapa lagi?? akhirnya dokternya termakan rayuanku juga, mengijinkan aku donor darah, walau sebenarnya tidak terlalu layak, karena semalam aku kurang tidur dan banyak alasan lainnya, dan setelah wejangan yang panjang dari dokternya serta resiko-resiko yang akan aku alami atas kenekatan ini, maka proses transfusi darah itu dilakukan..tapi terlebih dahulu aku harus menandatangani surat pernyataan ngak bakal menuntut dokternya jika terjadi hal-hal buruk terhadap aku..*nekat bangeet yaaa..*
duuuh, sebenernya aku takut banget kakak... takut denger resiko yang dikatakan dokter, dan terlebih takut ngeliat jarum suntuk yang segede gombreng itu..*fiiiuh*, berbekal Niat karena Alloh, aku yakin insyaAlloh akan baik-baik saja.. dan ternyata proses pengambilan darahku laamaaaa banget, aduuuh darahnya keluar ngak lancar banget, sementara lenganku udah mulai sakit *efek ngak olahraga selama puasa mungkin yaa* akhirnya dokter menganjurkan aku untuk membatalkan puasa aja, tapi aku merasa sayang banget, sementara waktu berbuka tinggal dikit lagi, maka aku tetap kuat-kuatin aja *emang dasar keras kepala banget nich anak* untungnya dokter dan susternya baek-baek banget, jadi aku ngerasa enjoy ngak terlalu tegang lagi..pokoknya suasanya dibuat senyaman mungkin buat aku *pada tau kalee yeee aku tu penakut*, dalam proses pengambilan darah aku terus berzikir dan terus berdo'a semoga darah yang aku berikan ini, akan membuat dia sadar dan bertobat.. walau kadang ada pikiran usil yang mengodaku "bagaimana jika setelah dia sembuh tenyata dia ngak berubah".. aaah terserahlah, biar Alloh aja yang ngatur..
selesai donor darah, aku dikasi asupan makanan yang bergizi *yaa iyalah non* trus aku juga dikasi obat-obatan, mbuh ngak tau obat apa, smoga aja aku bisa minum obat yaa..sempat badrest beberapa jam dirumah sakit, soalnya klo aku berdiri rasanya aku melihat banyak bintang..dan sambil badrest ngeliat TV, ada acara favorite aku "master chef" jadi tersenyum ngeliat akang juna hari ini jadi baek, ngak terlalu marah-marah, abis itu nonton MTGW,
and you know Oppa, tema MTGW hari ini kok bisa pas banget yaa ama kondisi aku sekarang "Musuh adalah sahabat yang belum jadi" *sungguh skenario Alloh itu indah* dari situ aku belajar banyak hal, belajar jadi pribadi yang besar dan bisa memaafkan semua kesalahan orang lain. dan aku berharap ngak ada lagi permusuhan antara aku dan dia atau yang lainnya.. dan smoga siapapun yang pernah terluka hatinya karena aku secara sengaja atau tidak, mereka mau memaafkan aku *sungkem satu-satu ala kendedes*
karena udah malam, dan rencananya besok aku mau ke kantor klo kuat, maka aku pamit mau pulang aja,istirahat dikamar tercinta lebih menyenangkan daripada dikamar yang bau obat itu. ternyata mama dan papanya ngak ngijinin aku pulang, kayaknya mereka juga mengkhawatirkan kondisi aku, tapi aku juga ngak mau ngerepotin mereka, maka aku berjanji ama mereka bakal pulang dengan hati hati dan bakal selamat sampai kost *ya iyaaalah kan naek taksi* akhirnya aku pulang dianter jingga, karena jingga juga harus balik ke ngajuk lagi malam ini. aku ngak tau bagaimana keadaan dia setelah menerima darahku, aku berharap dia baek-baek saja, tapi jujur aku belum kuat untuk melihatnya, takutnya masih ada kebencian dihatinya terhadap aku, nanti malah dia naek darah trus terjadi yang ngak-ngak *aduuuh bayanginnya jangan serem gitu napa non?*
aaah..hari ini sungguh menakjubkan, semoga keputusanku bukan keputusan yang salah ya kakak..dan semoga aku bisa bersikap lebih dewasa lagi, tapi jujur aku ngak cerita masalah ini ke nayong atau ke siapapun, karena klo aku cerita pasti dia ngak bakal ngijinin aku melakukan hal berbahaya itu, lantas jika kau ada, apakah kau juga akan melarangku melakukan hal itu kakak?? setidaknya ini adalah usaha terakhirku untuk memperbaiki hubunganku dengan harland, anggap aja ini permintaan maafku, jika memang menurut dia aku yang salah..
you know kakak..."orang itu adalah Harland"..yuph, orang yang sepak terjangnya nyaris selama 4 tahun ini membuat hidupku tak tenang dan merasa khawatir.. harland mengalami kecelakaan hebat saat dia mau bertemu dengan jingga 2 hari lalu. dari jingga aku tau kalau udah 6 bulan ini harland tugas di kota yang sama denganku.. entah rencana apa yang disiapkan Alloh hingga kami tak pernah ketemu dan aku bersyukur aku taunya sekarang, kerana jika aku tau dari awal, hidupku bakal lebih ngak tenang lagi, takut akan manuver-manuver yang akan dilancarkannya..*huuust..jgn berfikiran buruk lagi non..*
aku berharap, kejadian ini membuatnya sadar, membuatnya bertaubat dan menyesali semua perbuatannya. dan semoga kejadian ini juga membuat aku lebih bijaksana lagi dalam bersikap dan bertindak..aamiin.
#galaksi cinta 12082012, pasca bertemu harland lagi..







0 komentar:
Posting Komentar